Hati-Hati! Ini Bahan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur dengan Vitamin C

Serum vitamin C adalah salah satu produk skincare yang sangat populer karena manfaatnya dalam mencerahkan kulit, mengurangi tanda penuaan, dan melindungi dari radikal bebas. Tak heran jika banyak orang menjadikannya bagian dari rutinitas serum perawatan wajah. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa bahan skincare yang tidak boleh dicampur dengan vitamin C serum? Jika salah kombinasi, bukan kulit sehat dan glowing yang didapat, melainkan iritasi dan masalah kulit lainnya! Simak bahan-bahan yang harus dihindari saat menggunakan serum wajah dengan vitamin C.

1. Niacinamide

Niacinamide sering ditemukan dalam serum pencerah dan serum pemutih wajah karena kemampuannya meratakan warna kulit dan mengurangi hiperpigmentasi. Namun, jika digunakan bersamaan dengan serum vitamin C, keduanya bisa saling menetralkan dan mengurangi efektivitas masing-masing bahan. Selain itu, kombinasi ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit sensitif.

Solusi: Gunakan serum kulit yang mengandung niacinamide di pagi hari dan vitamin C serum di malam hari untuk mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko iritasi.

2. Retinol

Retinol adalah bahan aktif utama dalam serum anti-aging yang membantu meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi garis halus. Namun, mencampurnya dengan serum vitamin C bisa menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif, terutama terhadap sinar matahari.

Solusi: Gunakan serum glowing dengan vitamin C di pagi hari untuk perlindungan antioksidan, sedangkan retinol lebih baik dipakai pada malam hari agar proses regenerasi kulit berjalan optimal.

3. AHA dan BHA (Asam Salisilat, Asam Glikolat, Asam Laktat)

AHA dan BHA merupakan bahan eksfoliasi yang sering ditemukan dalam serum perawatan wajah. Namun, mengombinasikannya dengan serum vitamin C bisa mengganggu keseimbangan pH kulit, menyebabkan iritasi, dan membuat kulit lebih rentan terhadap sinar UV.

Solusi: Jika ingin menggunakan keduanya, pakailah serum vitamin C di pagi hari dan AHA/BHA di malam hari agar kulit tetap sehat dan tidak mengalami over-exfoliation.

4. Benzoyl Peroxide

Benzoyl peroxide adalah bahan yang efektif untuk mengatasi jerawat. Sayangnya, jika digunakan bersamaan dengan vitamin C serum, bahan ini dapat mengoksidasi vitamin C sehingga manfaat antioksidannya berkurang drastis.

Solusi: Gunakan benzoyl peroxide pada area yang berjerawat di malam hari dan serum wajah dengan vitamin C di pagi hari agar kedua bahan tetap bekerja maksimal tanpa saling menetralkan.

5. Copper Peptides

Copper peptides sering digunakan dalam serum kulit yang berfungsi memperbaiki dan mengencangkan kulit. Namun, jika dicampur dengan serum vitamin C, bahan ini bisa saling menonaktifkan, sehingga manfaatnya tidak optimal.

Solusi: Gunakan serum glowing dengan vitamin C di pagi hari dan copper peptides di malam hari agar keduanya tetap memberikan manfaat terbaik bagi kulit kamu.

Menggunakan serum perawatan wajah yang mengandung vitamin C memang memberikan banyak manfaat, seperti mencerahkan kulit, melawan tanda penuaan, dan melindungi dari radikal bebas. Namun, agar hasilnya optimal, penting untuk mengetahui bahan-bahan yang tidak boleh dicampur dengan serum vitamin C. Dengan pemakaian yang tepat, kulit kamu akan tetap sehat, cerah, dan glowing! 

Semoga informasi ini membantu kamu dalam memilih kombinasi skincare yang tepat!